Data BPS, Penduduk Miskin di Sulsel 711,77 Ribu Orang

MAKASSAR, BKM — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2024 sebanyak 24,06 juta jiwa. Sementara penduduk miskin di Sulsel menurut data BPS pada September 2024 sebesar 711,77 ribu orang, turun 24,7 ribu orang terhadap Maret 2024.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Jufri Rahman berpendapat, untuk mencapai Indonesia emas pada tahun 2045, salah satu yang perlu dikurangi adalah angka kemiskinan. Selain itu penting juga pada kesehatan anak dan paling penting SDM yang unggul.

“Bonus demografi itu kalau anda siapkan mulai proses kehamilannya, pra kehamilan, pasca kelahiran 1.000 hari pertama itu betul-betul ditangani dengan baik, termasuk asupan gizi dan segala macam. Sehingga anak tersebut tumbuh sehat, dan ketika besar di 2035 bisa diandalkan. Tetapi kalau kita tidak siapkan, kita gagal dalam menyiapkan itu, jangan bilang akan ada bonus demografi, malah akan menjadi bencana demografi. Indonesia emas itu 2045, bonus demografi 2035, 10 tahun itu adalah tentang waktu yang cukup panjang terjadinya beberapa hal,” kata Jufri Rahman, Minggu (18/5).

Jufri menegaskan, anak tidak boleh diwariskan kemiskinan. Ia bilang, orang miskin punya banyak anak dapat diramalkan akan mewariskan kemiskinan.
“Ini pandangan saya pribadi. Mana yang lebih baik, orang kaya banyak anaknya atau orang miskin banyak anaknya? Kalau orang miskin banyak anaknya, bisa jadi mewariskan kemiskinan. Saya tidak mau masuk dalam wilayah Tuhan, karena rejeki itu adalah keputusan Tuhan. Tapi dapat diramalkan bahwa kalau orang tuanya miskin pasti kurang mampu memberikan asupan gizi, kurang mampu memberikan pendidikan yang layak dan seterusnya, sehingga anaknya akan sama dengan status sosial orang tuanya. Itu namanya mewariskan kemiskinan,” jelasnya.

“Kalau orang kaya silakan banyak anak, kasih sekolah di luar negeri karena mereka punya kemampuan, diberikan makanan bergizi, sehingga generasi yang berkualitas baik itu bisa terwujud. Saya tidak mengatakan bahwa orang miskin tidak boleh banyak anak. Pilihannya sama anda. Itu pendapat saya pribadi ya, bukan sebagai Sekda. Itu pribadi, berdasarkan pikiran sederhana,” tukas Jufri. (jun)

source