BERITAKOTAMAKASSAR.COM — Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Dialog Tahunan Alumni dan Mahasiswa Unhas, Jumat 18 Oktober 2025 di Gedung Pertemuan Alumni, Kampus Unhas Tamalanrea. Acara yang diprakarsai Direktorat Hubungan Alumni Unhas ini bertujuan untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi.
Kegiatan dikemas dalam bentuk Dialog antara alumni dan mahasiswa, mengusung tema Membangun Sinergi Alumni dan Mahasiswa Menunjukkan Networking yang Solid dan Berdampak.
Hadir sebagai narasumber, yaitu politisi PKS Ismali Bachtlar. Dari akademisi Prof. Dr. Aminuddin Syam, Ekonom Syarkawi Rauf, pengusaha Eka Sastra dan Sapri M. Pamula, Ph.D.
Kegiatan ini dibuka oleh Pengurus Pusat (PP) IKA Unhas Prof. Murtir Jeddawi, yang mewakili Ketua Umum IKA Unhas Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Prof. Murtir menyampaikan pesan dari Andi Amran Sulaiman untuk menyambut baik agenda strategis ini.
“Kita memiliki potensi yang sangat besar. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, alumni Unhas dari berbagai fakultas dapat bersatu dan tidak bercerai-berai,” ujarnya.
Ditekankan pula pentingnya peningkatan kapasitas yang sesuai dengan zaman. “Kita harus bicara tentang sekarang dan masa depan, bukan lagi membahas masa lalu. Unhas tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus aktif menggodok terobosan-terobosan baru bagi para lulusannya,” tambahnya.
Prof. Murtir juga memaparkan capaian IKA Unhas yang dalam tiga tahun terakhir telah go international. Saat ini, Ketua IKA Unhas juga memimpin Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri (Himpuni) yang menaungi 60 perguruan tinggi negeri.
“Kita sudah meletakkan pijakan yang kuat dengan kepatuhan terhadap norma dan budaya organisasi. Hal ini yang akan kita tingkatkan terus untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Universitas Prof. Sumbangan Baja yang mewakili Rektor, turut memberikan sambutan. Ia menyebut jumlah alumni Unhas saat ini telah melampaui 200 ribu orang, sementara mahasiswa aktif berjumlah sekitar 51 ribu.
“Entitas kita sangat besar dan harus terhubung dengan baik. Networking ini sangat penting. Kebesaran nama Unhas tidak lepas dari peran serta alumni, mulai dari reputasi, peringkat universitas, hingga menjawab pertanyaan penting: apakah lulusan Unhas mudah mencari kerja?” tegasnya.
Tingkat kepercayaan dunia terhadap alumni, menurutnya, sangat menentukan level universitas.
“Kita memiliki deretan alumni yang luar biasa, mulai dari senior kita Bapak Jusuf Kalla (JK), hingga andalan kita sekarang, Amran Sulaiman. Kontribusi merekalah yang membawa nama Unhas semakin dikenal,” jelas Prof. Sumbangan.
Oleh karena itu, ia berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan. “Semakin besar trust yang diberikan dunia kepada alumni, semakin besar pula manfaat yang didapat Unhas. Kami berharap dialog ini dapat melahirkan program-program nyata yang dapat diterapkan Unhas, terutama untuk adik-adik mahasiswa yang masih menuntut ilmu,” tutupnya.
Acara dialog ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk merancang aksi kolaboratif, membuka peluang karir, dan memperkuat fondasi bagi mahasiswa untuk bersaing di dunia global, didukung oleh jaringan alumni yang solid dan berdampak. (rhm)
Artikel Dari Dialog Tahunan IKA Unhas: Ada 200 Ribuan Alumni, Butuh Networking yang Solid pertama kali tampil pada Berita Kota Makassar.











