PINRANG, BKM — Bupati Pinrang HA Irwan Hamid menghadiri kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pinrang, di Aula The MS Hotel, Kamis (31/7). Kegiatan ini dirangkai Musyawarah Kohati Cabang Pinrang, dengan mengangkat tema: “HMI: Kepemimpinan Inklusif, Gerakan Progresif.”
Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi HMI sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam menyuarakan aspirasi rakyat secara kritis namun tetap konstruktif.
“Pemerintah sangat mengapresiasi peran HMI sebagai mitra kritis dan konstruktif. Saya berharap Konfercab ini menjadi momentum lahirnya pemimpin baru yang mampu membawa roda organisasi terus bergerak maju dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Bupati, keberadaan HMI bukan hanya sebagai organisasi kader, tetapi juga barometer dinamika intelektual dan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap kepemimpinan yang terpilih nanti tidak sekadar simbol, tapi mampu menelurkan gagasan segar, gerakan nyata, dan komunikasi yang produktif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.
“Kita butuh pemimpin organisasi yang mampu merangkul semua pihak, menjaga soliditas internal, dan menjadikan HMI sebagai mitra strategis dalam mendorong kemajuan daerah,” tegasnya.
Irwan juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan semangat persatuan di tubuh organisasi, terutama dalam menghadapi dinamika internal yang sering kali muncul di setiap forum demokrasi organisasi.
“Kekompakan dan persatuan adalah modal utama agar organisasi ini tetap eksis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Jangan sampai Konfercab justru menimbulkan perpecahan,” pesannya.
Konfercab dan Musyawarah Kohati ini diikuti oleh ratusan kader HMI se-Kabupaten Pinrang, sebagai bagian dari proses regenerasi dan transformasi organisasi menuju arah yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan zaman.
Dengan semangat “Kepemimpinan Inklusif, Gerakan Progresif,” diharapkan HMI Pinrang melahirkan pemimpin yang tidak hanya vokal di ruang publik, tetapi juga mampu menerjemahkan idealisme menjadi aksi konkret demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan masyarakat. (ady/C)











