MAKASSAR, BKM.COM — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengapresiasi transformasi organisasi di tubuh Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB-PSTI)
“Saya mengapresiasi transformasi organisasi PB.PSTI yang betul-betul dengan langkah cepat langkah dan berani menginventarisir berbagai permasalahan yang harus menjadi prioritas,” ujar Marciano usai secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB.PSTI) di Hall Mahoni Hotel Claro, Makassar Sabtu (10/1).
Sehari sebelumnya, Ketum KONI Pusat juga melantik pengurus PB.PSTI masa bakti 2025-2029 dibawa kendali H. Surianto dan jajarannya di Ballroom Sandeq Hotel Claro.
“Sepak Takraw erat kaitannya dengan budaya Bangsa Indonesia, dengan sejarah Bangsa Indonesia. Oleh karenanya, saya berharap kita jangan hanya bangga Sepak Takraw itu berasal dari Indonesia, kita harus juga menjadikan bangga karena prestasinya,” tegas Marciano.
“Ciptakan suasana Rakernas yang komunikatif, sehingga menghasilkan satu langkah bersama demi kebaikan PSTI,”
Marciano berpesan agar seluruh pengurus bersatu dan juga menjalankan roda organisasi dengan tata kelola yang baik.
“Kunci keberhasilan dari segala keinginan, betul-betul harus persatuan,” pesan Marciano.
“Kunci untuk maju yang pertama tata kelola organisasinya harus dibenahi dulu, manfaatkan Rakernas ini untuk menginventarisir kembali hal-hal yang memang sudah tidak tepat, yang masih tertuang di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” sambungnya.
Purnawirawan Jenderal TNI ini juga berpesan agar melakukan tindakan yang diperlukan pada Rakernas kali ini.
Sebelumnya, Ketum PB.PSTI Dr H Surianto menyampaikan sambutan dengan penuh semangat. “Kami optimis mencapai apa yang digariskan Bapak-Bapak sekalian,” katanya kepada pengurus provinsi PSTI yang hadir.
“Terus terang, kami fokus di Sepak Takraw,” terangnya.
Surianto menjelaskan, demi Sepak Takraw ia mengundurkan diri dari Ketua Harian Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) dan Bendahara Umum Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (Orado).
Surianto juga menyampaikan telah melakukan seleksi calon pelatih, dari 24 sudah terpilih 9 yang lolos untuk Asian Games dan kejuaraan dunia.
Di akhir acara, Ketum KONI Pusat, Ketum PB.PSTI, Perwakilan KOI bersama-sama melakukan simbolisasi peluncuran 6 Inovasi Program Kerja Unggulan: mulai sekretariat di gedung FX Senayan, Liga Sepak Takraw Indonesia, launching AHU, website PB.PSTI, Sepak Takraw Beach dan PT. Sepaktakraw Indonesia. (Ila)





