MAKASSAR, BKM — Synergy Roadshow 2025 merupakan kegiatan bersama antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Muamalat untuk memantau dan memantapkan kinerja bisnis tujuh region Bank Muamalat di lima kota.
Makassar merupakan lokasi terakhir penyelenggaraan Synergy Roadshow 2025 setelah sebelumnya digelar di Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, mengatakan, forum bersama para region head dan branch manager ini bertujuan untuk menyampaikan pesan dan arahan manajemen kepada seluruh insan Muamalat di daerah.
”Manajemen juga menyampaikan rencana strategis ke depan untuk membangun semangat dan optimisme sukses ke depan,” kata Imam di sela penyerahan bantuan kepada Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di Ballroom Hotel The Rinra Makassar, Kamis, 2 Oktober 2025.
Salah satu poin bahasan dalam pertemuan ini, kata Imam, yaitu evaluasi kinerja semester pertama 2025. Sepanjang semester pertama 2025 ini, refocussing bisnis yang sedang dijalankan Bank Muamalat dengan memperkuat segmen retail mulai menunjukkan pertumbuhan positif.
Pembiayaan konsumer Bank Muamalat tumbuh mencapai Rp3,4 triliun.
Dibandingkan semester pertama 2024, pencairan (disbursement) pembiayaan konsumer untuk segmen retail juga terus meningkat.
Produk-produk seperti pembiayaan paket perjalanan ibadah haji khusus Prohajj Plus, multiguna, KPR iB Hijrah, dan Solusi Emas Hijrah mencatat kenaikan yang impresif.
”Insya Allah transformasi bisnis yang sedang kami lakukan sudah berada pada jalur yang tepat. Kami bertekad menumbuhkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan,” ungkap Imam.
Per 30 Juni 2025, total pembiayaan yang disalurkan Bank Muamalat mencapai Rp17,5 triliun. Sementara, total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp44,8 triliun. Bank Muamalat juga melaporkan total aset sebesar Rp60,6 triliun dan perolehan laba sebelum pajak (profit before tax) sebesar Rp10,8 miliar per akhir Juni 2025.
Selain kinerja bisnis, Bank Muamalat juga bertekad kembali menguatkan dan menginternalisasi lima simpul maqashid syariah ke dalam aktivitas perbankannya secara bertahap dan berjenjang.
Lima simpul maqashid syariah tersebut direfleksikan dalam upaya meningkatkan iman, menjaga keselamatan jiwa dan lingkungan (people and planet), menambah kecerdasan khususnya finansial, menjaga keberlanjutan keturunan yang diwujudkan dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan.
”Itulah sebabnya kami juga meneguhkan visi baru ‘Menjadi Jalan Hijrah Menuju Berkah’. Visi ini merupakan kompas penuntun Bank Muamalat mencapai maqashid syariah, kembali ke khittah,” pungkas Imam. (mir)
Bank Muamalat Bangun Semangat Optimisme Melalui Sinergy Roadshow di Makassar










