MALILI, BKM — Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setdakab Luwu Timur, Nursih Hariani mewakili Wakil Bupati Luwu Timur selaku Ketua TPPS Lutim membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kabupaten tahun 2025, di Aula Dinas PPKB Lutim, Kamis (31/7).
Rakor TPPS digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lutim bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Luwu Timur sekaligus menjadi pemateri pada kegiatan ini. Pelaksanaan kegiataan didasari Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan SK Bupati Luwu Timur No. 380/f02/XII/ 2023 tentang percepatan penurunan stunting Kabupaten Luwu Timur.
Pemkab Luwu Timur menetapkan penanganan Stunting sebagai prioritas pembangunan daerah melihat dampak jangka panjangnya terhadap kualitas sumberdaya manusia dan produktifitas generasi kita mendatang.
Nursih menjelaskan, pada saat rapat koordinasi Stunting dengan BKKBN di Makassar di desak untuk segera menyelesaikan laporan TPPS, dengan harapan para operator menyelesaikan inputan laporannya tepat sasaran dan tepat Waktu
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan tetapi ini adalah persoalan serius karena ini adalah cermin atau gambaran terkait dengan kakurangan gizi yang kronis, asuhan yang tidak optimal dab terbatasnya akses terhadap layanan dasar yang berkualittas terutama 1000 hari pertama kehidupan,” ujarnya.
“Itulah kenapa perlunya terbentuk tim penanggulangan stunting karena persoalan stunting ini bukan hanya di kerjakan oleh Bapperida, Dinas Kesehatan atau Dinas PPKB saja, tetapi tanggung jawab kita bersama yang membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor, lintas program dan lintas Jejang Pemerintahan,” jelas Nursih.
Mewakili Kepala Dinas PPKB, Suliati meleporkan, kegiatan ini dalam rangka memperkuat koordinasi lintas sektor serta merumuskan langkah strategi bersama dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan.
“Kita bersama untuk menguatkan sinergi dan kepedulian kita terhadap percepatan penurun stunting di Lutim,” pungkas Suliati.
Rakor ini untuk meningkatkan komitmen dukungan dalam upaya penurunan stunting, dan yang menjadi sasaran yaitu OPD terkait, para Camat, petugas Nutrisionis, Operator Webmon Binabangda OPD dan PKB/PLKB Kabupaten Luwu Timur. Rakor TPPS menjelaskan arah kebijakan, mengevaluasi pelaksanaan Program dan menyusun langkah – langkah strategis yang lebih tajam dan terukur ditingkat lapangan. Diharapkan desa bisa menganggarkan kegiatan pencegahan stunting dengan dana dana yang di kelola di desa dan memberdayakan kader kader yang ada di desa. (rls)












