MAKASSAR, BKM–Usai gelaran Pemilihan Ketua (Pilket) RT dan RW di Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso, suasana konsolidasi dan silaturahmi kembali dibangun.
Politisi Partai Golkar sekaligus Anggota DPRD Kota Makassar, Arifin Majid, mengumpulkan seluruh calon Ketua RT/RW baik yang terpilih maupun yang belum beruntung dalam sebuah pertemuan khusus yang digelar sebagai upaya merawat persatuan warga.
Pertemuan tersebut juga menghadirkan para Penjabat (Pj) Ketua RT/RW, yang kini memimpin sementara sebelum SK definitif diterbitkan. Bagi Arifin, momen ini penting untuk meredam potensi gesekan pascapemilihan sekaligus memastikan tidak ada sekat sosial yang memecah masyarakat.
”Pertemuan ini adalah silaturahmi usai pelaksanaan Pemilihan Ketua RT. Saya sengaja mengundang para calon Ketua RT/RW, baik yang menang maupun yang kalah, termasuk Pj Ketua RT/RW,” ungkapnya, Kamis (4/12).
Anggota DPRD Makassar menekankan bahwa pemilihan di tingkat akar rumput seringkali menghadirkan dinamika yang sensitif. Karena itu, menyatukan kembali semua pihak merupakan langkah vital demi terciptanya ketertiban dan keamanan lingkungan.
”Setelah Pemilihan Ketua RT/RW ini, semua harus menyatu kembali. Tidak boleh lagi ada kelompok-kelompok yang saling berseberangan, karena ujungnya dapat merugikan masyarakat itu sendiri,” tegasnya.
Legislator dari Daerah Pemilihan 5 (Mamajang–Mariso–Tamalate) ini juga mengajak seluruh Ketua RT/RW yang baru maupun yang belum terpilih untuk tetap mengedepankan kepentingan bersama dan mendukung program pembangunan Kota Makassar.
”Mari kita bersama-sama mendukung dan menjalankan program visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham (Appi–Aliyah/Mulia),” sambung Arifin yang karib disapa Armada.
Dalam kesempatan itu, Arifin Majid juga memberi apresiasi atas terobosan Pemkot Makassar yang melaksanakan pemilihan Ketua RT/RW secara serentak di seluruh kota. “Ini betul-betul pesta demokrasi yang dinikmati masyarakat. Mereka menentukan sendiri calon Ketua RT secara langsung. Ini langkah maju yang luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan pemilihan serentak tersebut bukan hanya memperkuat legitimasi para Ketua RT/RW terpilih, tetapi juga meningkatkan partisipasi warga dalam proses demokrasi yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
”Kami berharap silaturahmi ini menjadi model rekonsiliasi sosial tingkat kelurahan, yang tidak hanya menyembuhkan rivalitas pemilihan, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen bersama demi kemajuan Kota Makassar,” harapnya.
Pertemuan itu turut dihadiri Kapolsek Mariso, Kompol Aris Sumarsono, yang menyampaikan apresiasi atas lancarnya proses pemilihan. “Alhamdulillah, Pemilihan Ketua RT berjalan aman dan lancar. Kita harapkan pasca-pemilihan ini kondusivitas tetap terjaga di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.
Kompol Aris menegaskan bahwa pihak kepolisian terus bersinergi dengan masyarakat untuk memastikan keamanan tetap terpelihara. “Ke depan kita harus terus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban. Itu sejak awal saya lakukan sejak menjabat Kapolsek Mariso,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kepolisian juga berkewajiban mendukung program pemerintah, baik di tingkat kelurahan, kota, hingga pusat. “Hasil pemilihan harus diterima semua pihak, semua harus legowo. Mari kita menjaga Kamtibmas agar program pemerintah dapat berjalan lancar,” katanya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memastikan pasca-pemilihan RT/RW tidak meninggalkan sekat sosial di tengah masyarakat Bontorannu. Dengan duduk bersama antara calon ketua, pemangku jabatan sementara, aparat keamanan, dan perwakilan legislatif, upaya menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan responsif terhadap program pemerintah dapat semakin diperkuat. (ita/rif)





