MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menargetkan mutasi dan pengisian jabatan yang lowong untuk seluruh posisi, baik eselon II, eselon III, eselon IV, hingga kepala sekolah, ditargetkan sudah rampung secara keseluruhan pada September tahun ini.
“Kami menargetkan semua sudah selesai September mendatang,” beber Appi.
Appi sapaan akrab wali kota menambahkan, khusus untuk jabatan eselon II, setingkat kepala dinas dan kepala badan, kemungkinan besar tidak akan ada mutasi lagi. Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan adalah tinggal mengisi jabatan yang masih kosong.
Saat ini, diketahui sebanyak sembilan jabatan masih lowong, yang rencananya akan dilelang dalam waktu dekat.
Jabatan yang masih lowong diantaranya kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora), Kepala Dinas DamkarMat, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Penataan Ruang, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Sekretaris DPRD, Kepala Badan Riset Daerah (Brida), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dirut RSUD Daya.
“Jabatan-jabatan itu akan kita lelang dalam waktu dekat,” ungkap politisi Partai Golkar Makassar ini usai melakukan mutasi pejabat pada Jumat malam, pekan lalu.
Dua pejabat tinggi pratama, yakni Hasanuddin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DamkarMat) dimutasi menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sementara Fajrin Hamid Pagarra yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Umum menduduki jabatan Kepala Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Sementara itu, untuk jabatan eselon III setingkat kepala bidang, sekretaris, hingga camat, jelas Appi, proses mutasi masih akan terus bergulir. Termasuk eselon IV untuk jabatan lurah maupun kepala seksi dan kepala sub bagian (kasubag).
Sementara untuk mutasi/pengisian jabatan kosong kepala sekolah, rencananya akan dilakukan assesment terlebih dahulu.
Saat ini diperkirakan masih ada ratusan jabatan lowong di lingkup Pemkot Makassar yang harus diisi.
Sebelumnya, Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan, Andi Pahlevi, menegaskan perlunya Wali Kota Munafri Arifuddin segera menetapkan pejabat definitif untuk posisi-posisi strategis yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt).
Ia menilai, status Plt dalam struktur pemerintahan berpotensi melemahkan efektivitas kebijakan dan serapan anggaran, terutama ketika Pemkot memasuki pertengahan tahun anggaran.
Menurutnya, pejabat definitif dibutuhkan untuk memperkuat stabilitas birokrasi dan memastikan seluruh program berjalan optimal.
“Komisi A mendorong agar jabatan-jabatan kosong ini segera diisi. Ini bukan hanya soal administratif, tapi menyangkut kinerja pemerintahan secara keseluruhan,” tegas legislator Fraksi Gerindra tersebut. Wisata edukasi Makassar.
Selain mendesak pengisian jabatan, Komisi A juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat-pejabat yang baru saja dilantik.
Andi Pahlevi menyebut, pengawasan akan difokuskan pada performa, efektivitas kebijakan, dan dampaknya terhadap pelayanan publik.(rhm)






