JAKARTA, UJUNGJARI.COM– Aksi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 menuai tanggapan dari eks Presiden BEM UNM Periode 2017-2018, Mudabbir.
Menurut Mudabbir, meskipun aksi demonstrasi bukanlah sesuatu yang terlarang dan mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, namun cara yang ditempuh BEM UNM kali ini dinilainya kurang tepat.
“Mahasiswa tentu berhak menyampaikan aspirasi, tetapi aksi yang dilakukan kemarin sangat disayangkan. Bukan hanya soal etika, tetapi juga soal efektivitas. Saya yakin tujuan aksi itu tidak akan tercapai, sebab bagaimana bisa tercapai kalau pimpinan yang seharusnya menerima tuntutan justru mereka permalukan di hadapan tamu undangan,” ujar Mudabbir, Sabtu (17/8/2025).
Ia menambahkan, aksi yang dilakukan justru terkesan lebih diarahkan untuk menarik perhatian publik ketimbang memperjuangkan isu secara substansial. “Kecuali memang tujuannya sejak awal hanya ingin mendapat sorotan dan perhatian,” tambahnya.
Mudabbir juga menyoroti skala aksi tersebut yang menurutnya tidak representatif sebagai suara mahasiswa UNM secara keseluruhan.
“Saya saksikan di video yang beredar, jumlah peserta hanya puluhan orang, itupun didominasi pengurus BEM UNM. Hal ini menunjukkan aksi tersebut lebih banyak digerakkan oleh elit lembaga kemahasiswaan, bukan benar-benar lahir dari keresahan dan kesepakatan mahasiswa secara luas,” jelasnya.
Meski begitu, Mudabbir menegaskan bahwa aksi tetap diperlukan apabila ruang dialog tidak pernah diberikan oleh pihak pimpinan.
“Aksi tentu perlu dilakukan apabila pimpinan tidak pernah memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung. Namun ketika ruang itu terbuka, akan lebih baik jika aspirasi disampaikan secara konstruktif melalui dialog”.
Mudabbir juga berpesan kepada pimpinan universitas tentang pentingnya menjaga ruang aspirasi mahasiswa tetap terbuka.
Artikel Aksi BEM UNM Disebut Tak Substansial, Eks Presiden BEM: Lebih untuk Mempermalukan pertama kali tampil pada Ujung Jari.





