MAKALE, BKM — Dinas Kesehatan Tana Toraja menggelar Ekspose dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) Kecamatan Makale Selatan, Senin (17/11) lalu. Narasumber dari Dinkes Tator, Yosefin Rombe Tasik saat memaparkan materi pada ekspos dan pengembangan PAUD HI menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak PAUD melalui pengoptimalan pemanfaatan pangan lokal.
Yosefin menguraikan beberapa poin penting wajib diterapkan dipendidikan anak PAUD, salah satunya pemenuhan gizi seimbang dan beragam serta aktivitas fisik. Menurutnya, anak PAUD harus mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari, dimulai dari kebiasaan konsumsi makanan sehat berbahan pangan lokal dari rumah.
“Gizi seimbang harus mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Anak-anak perlu dibiasakan membawa makanan alami dari rumah, bukan makanan instan. Mereka harus mendapatkan nutrisi lengkap setiap hari, itulah gizi seimbang,” jelasnya.
Katanya lagi, kebiasaan mengurangi konsumsi makanan instan kandungannya pemanis buatannya sering melebihi batas aman.
“Anak-anak harus rutin berolahraga dan beraktivitas fisik. Kita juga harus membiasakan mereka mengonsumsi pangan lokal. Makanan instan itu masuknya memang cepat, tetapi kandungan pemanis buatannya sering melebihi batas yang dipersyaratkan BPOM, jadi perlu dikurangi,” ungkapnya.
Yosefin juga mengingatkan anak-anak PAUD diedukasi bahwa snack mereka konsumsi mengandung pengawet, pemanis, dan pewarna. Ada yang menggunakan pewarna alami, tetapi tidak semuanya layak dikonsumsi setiap hari. Di sinilah tugas bunda PAUD dan PKK memberikan edukasi berkelanjutan,” tambahnya.
Dia menegaskan pola makan sehat harus dimulai sejak dini untuk mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan. Jangan sampai kita mencetak generasi usia 20 tahun sudah mengalami banyak penyakit karena pola makan salah sejak kecil. PAUD adalah fase penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat,” tuturnya (gus/D)






