Danny Pomanto Kandidat Ketua, Sinyal Perubahan Strategi PDIP di Sulsel

BERITAKOTAMAKASSAR.COM — Nama mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menjadi salah satu kandidat ketua PDIP Sulsel periode 2025-2030.  Namanya direkomendasikan langsung oleh DPP PDIP untuk mengikuti fit and proper test.

Dari awal penjaringan nama di tingkat PAC hingga ke DPC, tidak ada nama Danny Pomanto yang diusulkan sebagai salah satu kandidat. Makanya, mantan Wali Kota Makassar dua periode itu mengaku cukup kaget ketika menerima surat dari DPP PDIP untuk ikut fit and proper test.

“Jadi perekrutan itu mulai dari pencalonan DPC, DPD. Biasanya orang menggalang nama mulai PAC untuk DPC, setiap PAC menyebut namanya. Nah untuk kandidat Ketua PDIP Sulsel, tidak ada namaku karena memang saya tidak pernah galang apa semua,” beber Danny saat dihubungi BKM, Rabu, 8 Oktober 2025.

Tetiba, kata lelaki kelahiran Makassar, 30 Januari 1964 itu, dirinya menerima surat dan ditelepon oleh DPP untuk ikut fit and proper test. Surat pemanggilan itu diterima Senin, 6 Oktober 2025.

“Saya ditelepon DPP bahwa saya mendapat panggilan untuk ikut fit on proper test. Saya kaget juga kan. Ternyata Alhamdulillah. baru diterangkan sama para petinggi partai bahwa saya itu memang diusulkan oleh DPP, Ibu Ketua Umum. Saya mendapat kehormatanlah untuk ikut itu,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, karena mendapat undangan langsung, dirinya tentu harus siap untuk ikut. Apapun yang terjadi, mau dirinya yang terpilih atau tidak, bukan persoalan bagi Danny.

“Dipanggil saja untuk kita Fit on proper test sudah rasa terhormat. Apalagi kalau diberi amanah. Saya kan orangnya selalu begitu. Kalau diberi amanah selalu sungguh-sungguh,” tambah suami Indira Yusuf Ismail itu.

Intinya, tambah pria berlatar belakang arsitek ini, dirinya tidak boleh menyia-nyiakan tawaran, hasil akhir diserahkan kepada DPP, siapa yang akan diberi amanah untuk mengomandoi partai berlambang banteng moncong putih ini.

Namun, lanjut Danny, ketika dirinya diberi amanah menjadi ketua DPD PDIP Sulsel, tentu suara untuk partai harus terdongkrak lebih besar.

“Kalau pada pileg provinsi PDIP mendapatkan 326 ribu suara, di pilgub kemarin saya dapat 1,6 juta suara, Insyaallah kita akan garap lebih banyak lagi,” tegas Danny.

Selain itu, tambahnya, penguatan partai sampai di pelosok Sulsel harus lebih baik lagi. “Agar semua kebijakan, komunikasi politik sampai,” imbuh Danny.

Dia juga akan menggarap potensi suara di kalangan gen z maupun gen alpha karena akan sangat memengaruhi politik di masa akan datang. “Kita akan lakukan komunikasi-komunikasi yang adaptif dengan generasi z dan alpha,” tandasnya.

Danny menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Kantor DPP PDIP di Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2025. Sejauh ini, ada tujuh orang yang dipanggil oleh DPP untuk menjalani uji kelayakan di Jakarta.

Selain Danny, calon lainnya yakni petahana Ketua PDIP Sulsel Ridwan Andi Wittiri atau ARW, Sekretaris Rudi Pieter Goni, Wakil Ketua Ansyari Mangkona, Bendahara Alimuddin, dan Ketua Bappilu Risfayanti Muin.

Rencananya, Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Sulsel akan dilaksanakan bulan ini. Namun, belum ada tanggal pastinya.

Sinyal Perubahan Strategi

Kehadiran Danny dalam bursa calon ketua DPD PDIP Sulsel dinilai menjadi sinyal perubahan arah strategi politik partai berlambang banteng moncong putih tersebut menjelang kontestasi pemilu mendatang.

Pandangan itu disampaikan pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Andi Ali Armunanto. Menurutnya, langkah DPP PDIP membuka peluang bagi sosok seperti Danny mencerminkan upaya memperluas jangkauan dan memperkuat posisi partai di wilayah Sulawesi Selatan.

“Saya rasa PDIP sedang menunjukkan ketertarikan terhadap figur dengan latar belakang dan modalitas seperti Moh Ramdhan Pomanto untuk memperkuat basisnya di Sulsel,” ujar Andi Ali Armunanto, Rabu (8/10).

Menurutnya, posisi Danny yang saat ini berada di luar lingkaran kekuasaan struktural partai justru memberikan nilai tambah tersendiri. Kondisi tersebut bisa menjadi strategi segar bagi PDIP dalam mengantisipasi perubahan dinamika politik menuju pemilu serentak, yang kini terbagi dalam dua arena besar pemilu nasional dan pemilu lokal.

“Sistem baru ini tentu membutuhkan strategi yang berbeda, termasuk dalam hal rekrutmen tokoh dengan modal politik kuat yang mampu mendukung dua level pemilu tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ali Armunanto menilai, kehadiran Danny dapat memperluas basis elektoral PDIP di Sulawesi Selatan, mengingat rekam jejaknya sebagai kepala daerah dua periode dan popularitasnya di masyarakat urban Makassar.

“Dengan kehadiran Danny Pomanto, PDIP bisa memperkuat jangkauan politiknya sekaligus memperkaya dinamika internal partai menjelang tahun-tahun politik ke depan,”katanya.

Meski begitu, Ali Armunanto menegaskan bahwa PDIP Sulsel masih memiliki sejumlah figur potensial lainnya, seperti Ketua DPD PDIP Sulsel Ridwan Andi Wittiri (ARW), Sekretaris DPD Rudi Pieter Goni, dan sejumlah tokoh internal lain yang memiliki karakter dan kekuatan politik masing-masing.

“Tokoh-tokoh seperti ARW, Rudi Pieter Goni, dan lainnya punya modalitas politik yang tak kalah penting untuk mempertahankan bahkan memperluas jangkauan PDIP di Sulsel,” ujarnya.

Ia menutup analisanya dengan menekankan bahwa kombinasi dan kolaborasi berbagai figur kuat di tubuh PDIP akan menjadi faktor kunci dalam menghadapi ketidakpastian politik dan perubahan sistem pemilu lima tahun mendatang.

“Racikan berbagai tokoh inilah yang akan memberikan PDIP kemampuan beradaptasi dan bertahan menghadapi perubahan sistem politik ke depan,” pungkasnya. (rhm-jun)

source