SINJAI, UJUNGJARI.COM– Pemerintah Kabupaten Sinjai melaksanakan pelatihan Model Massive Open Online Courses (MOOCs) dan Strategi Gamification dalam rangka meningkatkan literasi digital dan keterampilan metakognisi di kalangan pendidik dan peserta didik setempat.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, S.S.TP., M.Si., dan akan dilaksanakan mulai 4 hingga 7 September 2025 dengan metode blended learning yang menggabungkan pembelajaran sinkron dan asinkron.
Acara ini menghadirkan tim narasumber dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Nurhikmah H., S.Pd., M.Si., dan Dr. Farida Febriati, S.S., M.Si., Dosen Prodi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Makassar.
Tim ini akan membekali peserta pelatihan dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam penggunaan model MOOCs dan penerapan strategi gamifikasi dalam pembelajaran.
Pelatihan yang dirancang untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan digital ini akan memberikan manfaat besar bagi para pendidik, yang dapat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
Dengan penerapan gamifikasi dalam pembelajaran, diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan akademik.
Irwan Suaib, S.S.TP., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, dalam sambutannya menyampaikan,
“Kami sangat menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini sebagai upaya untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan metakognisi bagi guru dan siswa di Kabupaten Sinjai,” katanya.
Ia mengatakan dengan teknologi yang semakin berkembang, penerapan MOOCs dan gamifikasi sangat penting untuk mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di dunia digital.
Pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sistem pendidikan di Kabupaten Sinjai dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran yang efektif dan efisien.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pendidik dapat mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan materi dan mengukur kemajuan siswa dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Prof. Dr. Nurhikmah H., S.Pd., M.Si., dalam kesempatan yang sama mengaku sangat senang dapat berkolaborasi dalam pelatihan ini untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sinjai.
“MOOCs dan gamifikasi adalah model yang sangat relevan di era digital ini, di mana peserta didik dan pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” katanya.
Selama empat hari pelatihan, para peserta akan dilatih untuk memahami konsep-konsep dasar MOOCs dan strategi gamifikasi, serta bagaimana cara mengintegrasikan keduanya dalam proses pembelajaran.
Dengan menggunakan metode blended learning (daring dan luring) yangdidampingi oleh beberapa team work dari mahasiswa Teknologi Pendidikan FIP UNM, peserta dapat mengikuti sesi secara langsung melalui platform daring dan mengakses materi secara mandiri sesuai dengan waktu yang tersedia.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam menciptakan pendidikan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus meningkatkan kualitas literasi digital dan kemampuan berpikir kritis di kalangan pendidik dan peserta didik di Kabupaten Sinjai.
Artikel Model MOOCs dan Strategi Gamification untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Metakognisi di Kabupaten Sinjai pertama kali tampil pada Ujung Jari.





