Nasir Rurung Turun Reses, Prioritaskan Normalisasi Drainase, Jalan Rusak dan Masalah Sosial

MAKASSAR, BKM — Dari lorong sempit di Karuwisi hingga perumahan padat di Tamangappa dan Bangkala, anggota DPRD Kota Makassar, H. Nasir Rurung, S.Sos tak hanya datang membawa telinga untuk mendengar. Tapi ia juga bertekad untuk menindaklanjuti setiap keluhan warganya.
Dalam Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2024/2025, yang digelar selama tiga hari (19–21 Juni 2025), politisi senior dari Partai Amanat Nasional

(PAN) ini menyambangi enam titik strategis di Kecamatan Panakkukang dan Manggala. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari fungsi legislasi dan pengawasan di tengah masyarakat.
Keluhan klasik seputar drainase mampet dan jalan lorong rusak kembali mengemuka. Di Kelurahan Karuwisi, warga RW 05 mengaku frustrasi karena drainase yang penuh tanah tak kunjung dikeruk, dan lorong yang rusak tak pernah diperbaiki meski sudah tiga kali masuk Musrenbang.
“Drainase sudah lama penuh tanah, belum ada pengeru-kan. Lorong juga rusak, padahal tiap hari dilalui jemaah masjid,” keluh Indriyanti, warga Karuwisi.

Nasir menanggapi serius. Ia mengakui bahwa kerusakan lorong dan sistem drainase yang buruk memang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota.
“Masalah drainase ini sering terjadi karena aliran air tidak tembus ke kanal atau titik resapan. Saya akan segera koor-dinasi dengan dinas teknis agar ada tindak lanjut,” ujarnya di hadapan warga.

Untuk lorong yang panjangnya hanya sekitar 40 meter dengan lebar 1,5 meter, Nasir menilai bisa segera ditangani melalui anggaran darurat. Ia memastikan akan mengawal langsung prosesnya.
Dari Karuwisi, Nasir membawa cerita lain yang menyentuh 16 warga masuk kategori miskin ekstrem. Ia menyebut ini sebagai data penting yang harus segera ditindaklanjuti pemerintah.
“Kalau tidak dilaporkan, kami tidak bisa bantu. Tapi kalau ada datanya, saya akan perjuangkan,” tegasnya.
Di Bangkala, persoalan status lahan juga menjadi isu krusial. Warga belum memiliki kejelasan soal legalitas tanah yang mereka tempati. Nasir merespons dengan komitmen kuat.

“Saya akan pikirkan sumber anggarannya. Legalitas tanah ini penting agar warga tidak was-was,” ucapnya.
Menariknya, Nasir tak hanya fokus pada pembangunan fisik. Dalam setiap titik reses, ia menyampaikan edukasi pent-ing, termasuk peringatan soal maraknya isu penculikan anak.

“Saya minta orang tua lebih waspada. Jangan biarkan anak keluar rumah tanpa pengawasan,” pesannya.
Ia juga menyinggung soal pemilihan RT/RW yang akan berlangsung bulan depan. Nasir mendorong warga untuk memilih pemimpin lingkungan yang benar-benar peduli dan aktif. “Jangan pilih RT/RW yang hanya muncul saat pemili-han, tapi hilang saat warga butuh bantuan,” kritiknya tajam.
Berbagai keluhan lain seperti krisis air bersih, penumpu-kan sampah, dan kemacetan akibat pengelolaan lingkungan yang kurang terintegrasi turut dicatat Nasir dalam sesi dialog.

Ia juga mencatat masalah teknis elevasi jalan yang menyebabkan rumah warga tergenang air. Menurutnya, penataan infrastruktur harus mempertimbangkan kondisi alami lingkungan, bukan hanya estetika. “Jangan sampai jalan ditinggikan tapi justru merugikan rumah warga. Ini harus dikaji matang,” tutupnya.(*)

Jadwal Reses H. Nasir Rurung

‎1. Kamis, 19 Juni 2025

‎Jl. Sepakat Lr. 5 RT 01 RW 05, Kel. Karuwisi, Kec. Panakkukang

‎Jl. Padima Blok 10 RT 01 RW 13, Kel. Manggala, Kec. Manggala

‎2. Jumat, 20 Juni 2025
‎Jl. Rahmatullah Raya 4 RT 05 RW 05, Kel. Tamangapa, Kec. Manggala

‎Komp. Berlian Permai Blok D4 RT 01 RW 07, Kel. Tamangapa, Kec. Manggala

‎3. Sabtu, 21 Juni 2025
‎Jl. Tamangapa Raya RT 04 RW 03, Kel. Bangkala, Kec. Manggala

‎Jl. BTN Tritura Permai RT 03 RW 08, Kel. Bangkala, Kec. Manggala

source