Site icon ROVINDO

BI Gelar Pelatihan Wartawan di Malang

MALANG, BKM–Bank Indonesia Perwakilan Sulsel menggelar Pelatihan Wartawan dan Media Gathering selama tiga hari, 8-10 Agustus di Malang, Jawa Timur.
Kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas wartawan dalam menulis berita ekonomi dan keuangan yang berkualitas. Juga memperkenalkan tugas-tugas yang diemban selama ini.
Deputi Kepala KPw BI Sulsel, Sakti Wahyu Purnama, mengatakan, era digitalisasi saat ini melahirkan berbagai inovasi untuk memberi kemudahan dalam dunia perbankan.
Salah satunya adalah inovasi seperti BI Fast dan QRIS telah mengubah cara masyarakat bertransaksi.

“Sistem pembayaran non-tunai, seperti BI Fast dan QRIS, memungkinkan masyarakat untuk melakukan transaksi dengan lebih cepat dan mudah, tanpa harus bergantung pada uang tunai,” kata Wahyu.
Inovasi transaksi keuangan ini kata Wahyu, memberikan fleksibilitas untuk bertransaksi kapan saja dan di mana saja.
BI Fast memfasilitasi transfer dana secara instan dengan batas transaksi hingga 250 juta rupiah, sementara QRIS menyediakan metode pembayaran praktis melalui pemindaian kode QR.
“Kedua sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, keamanan, dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia,” jelas Wahyu.

Perkembangan teknologi yang saat ini berkembang pesat, dipastikan akan berpengaruh terhadap adapatasi sistem pembayaran yang akan semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.
Perkembangan ini kata Wahyu, akan membawa dampak positif bagi ekonomi, meningkatkan inklusi keuangan, dan mendorong adopsi teknologi yang lebih luas di kalangan masyarakat.
“Bank Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung dan memfasilitasi inovasi dalam sektor keuangan demi kemajuan ekonomi nasional,” tutupnya.
Pada kesempatan itu, BI Sulawesi Selatan menyampaikan berbagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Ekonom Kelompok Perumusan Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Provinsi BI Sulsel, Fadhil Muhammad mengatakan, BI Sulsel telah menempuh berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berbagai tekanan eksternal.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha.
“BI Sulsel secara rutin melakukan pemantauan dan analisis mendalam terhadap perkembangan nilai tukar rupiah. Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha untuk mencari solusi terbaik dalam menjaga stabilitas nilai rupiah,” jelas Fadhil.
Selain itu, BI Sulsel juga gencar mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut melalui berbagai inisiatif. Salah satunya, mendukung pengembangan sektor-sektor unggulan, seperti pertanian, pariwisata, dan industri pengolahan.

“BI Sulsel terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkesinambungan. Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengoptimalkan potensi-potensi ekonomi yang ada di Sulawesi Selatan,” ujar Fadhil.(rhm)

source

Exit mobile version