BULUKUMBA, BKM — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bulukumba berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. PLN Bulukumba sudah melakukan berbagai terobosan, terlebih dalam mengurangi sampah plastik di Pantai Pelabuhan Leppe’e, Kecamatan Ujung Bulu, Minggu (23/2).
Manajer PLN UP3 Bulukumba, H Agus Priyanto menyampaikan dalam mendukung upaya pengurangan sampah, PLN UP3 Bulukumba memiliki program pembatasan pennggunaan sampah plastik di lingkungan PLN UP3 Bulukumba.
“Setiap pegawai PLN UP3 Bulukumba wajib memiliki dan membawa tumbler untuk kegiatan rutin kantor dan penggunaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dalam kegiatan rapat sudah tidak ada lagi,” ujar Agus seusai aksi bersih pantai pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2025.
Selain itu, di area kantor terdapat tempat sampah pilahan sesuai jenis sampah yang dihasilkan sehingga jenis sampah yang bisa didaur ulang diserahkan ke Bank Sampah. Pada peringatan HPSN tahun 2025, Kabupaten Bulukumba menjadi bagian penting. Sebab Kementerian Lingkungan Hidup memilih Bulukumba sebagai salah satu lokasi dari delapan titik pantai se Indonesia.
Aksi bersih pantai dalam rangkaian peringatan HPSN 2025 di Bulukumba, dihadiri oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno hingga Staf Ahli bidang Hubungan Antar Lembaga dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup RI. Kedatangan Pangdam XIV/Hsn disambut Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, didampingi Dandim 1411 Bulukumba Letkol (Inf) Sarman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, A Uke Indah Permatasari menyampaikan dalam HPSN tahun 2025, Kementerian Lingkungan Hidup sudah menentukan kegiatan aksi bersih pantai yang difokuskan di delapan titik pantai se Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Bulukumba. Sehingga HPSN tahun ini, kata Andi Uke sapaannya, pihaknya melaksanakan aksi bersih pantai di Pelabuhan Leppe’e yang dimulai Pukul 06.30 Wita sampai Pukul 10.00 Wita.
“Adapun sampah yang dihasilkan sebanyak kurang lebih 1,7 ton, yang mayoritas adalah sampah plastik,” ungkap Andi Uke.
Andi Uke menambahkan di HPSN tahun 2025, pihaknya menghadirkan kurang lebih 700 peserta yang ikut terlibat dalam aksi bersih pantai di Pelabuhan Leppe’e. Menurutnya, tujuan aksi bersih pantai dalam HPSN 2025, adalah untuk membangun komitmen dan peran serta dari pemerintah terkait dengan pengelolaan sampah.
“Melalui HPSN 2025, kita berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, karena sampah menjadi tanggung jawab kita bersama. Selamat Hari Peduli Sampah Nasional 2025. Kita berkolaborasi untuk Bulukumba bersih. We Love Bulukumba,” jelas Andi Uke.
Sementara itu, Sekkab Bulukumba, Muh Ali Saleng menyampaikan selamat datang kepada Pangdam XIV Hasanuddin dan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup. “Suatu kehormatan, karena Bulukumba adalah salah satu daerah yang dipilih dalam pelaksanaan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini,” ungkap Ali.
Ali berharap agar momentum ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat Bulukumba akan pentingnya kebersihan dan pentingnya mengolah sampah dengan baik. Aksi bersih pantai ini, kata dia, merupakan salah satu kegiatan penting ketika berbicara tentang permasalahan sampah. Sebab daerah yang maju dan berkembang adalah daerah yang mampu mengatasi permasalahan klasik masyarakat, yaitu masalah sampah.
“Kita berharap kegiatan peringatan HSPN dapat menumbuhkan kepedulian seluruh pihak, seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya terlibat dan peduli terhadap pengelolaan sampah, utamanya pengelolaan dari sektor rumah tangga,” jelas Ali Saleng.
“Tentunya penting adanya partisipasi aktif dari warga dalam pengelolaan sampah serta manajemen pengelolaan sampah, mulai dari hulu sampai hilir,” sambungnya.
Ali menyatakan, Piala Adipura yang telah diraih Kabupaten Bulukumba, tidak seharusnya dijadikan untuk cepat puas atas penghargaan tersebut. Namun hal ini menjadi spirit bagi semua elemen masyarakat Bulukumba untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan pengelolaan dalam menata lingkungan, termasuk dalam hal mengelola sampah secara profesional dan tidak berdampak pada kerusakan lingkungan hidup.
“Kabupaten Bulukumba telah memiliki komitmen kuat untuk melakukan pengelolaan sampah yang aman bagi lingkungan,” ujar Ali Saleng.
Momen Aksi bersih pantai di Bulukumba, juga dihadiri unsur Forkopimda Bulukumba, para Pimpinan OPD lingkup Pemkab Bulukumba, pimpinan BUMN, BUMD Swasta, personel TNI, ratusan peserta dari komunitas pemerhati lingkungan, NGO, organisasi kemasyarakatan, serta siswa-siswi yang ada di sekitar pantai pelabuhan Leppe’e.
Tampak dalam aksi bersih pantai ini, berbagai elemen masyarakat ikut menyatu membersihkan sampah di Pantai Pelabuhan Leppe’e. Bahkan, personel TNI begitu antusias ikut membersihkan sampah. (rls)