Dihadapan Hasto dan ARW, Puan Doakan Kursi PPP Bertambah

MAKASSAR, BKM–Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani sedikit bercerita soal kedekatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pada Pemilu 1997 lalu. Ketika itu muncul istilah Mega Bintang untuk mendekati akar rumput guna melawan hegemoni Presiden Soeharto dan Partai Golkar.
Hal itu disampaikan Puan Maharani ketika menyampaikan sambutan pada peringatan hari lahir (Harla) PPP ke -51 di GOR Sudiang Makassar, Sabtu (27/1).
Kini Puan yang juga Ketua DPP PDIP ini menyentil hegemoni Presiden Joko Widodo. “Untuk itu, siapapun, anak dari siapapun, namun kita harus saling menghargai dan saling menghormati”ujar Puan.
Puan ke Makassar datang bersama Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto dan Ketua TKN Capres dan Cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud Arsyad Rasyid juga memuji upaya yang telah dilakukan PPP.

Bahkan Puan mendoakan agar PPP di Sulsel mampu meraih tambahan suara dan kursi pada Pemilu 14 Februari 2024 nanti. “Saya doakan agar PPP dapat meraih tambahan suara dan kursi,”harap Puan yang didengar oleh ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri serta sekretaris Rudy Pieter Goni.
Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Persatuan ( PPP) Muhammad Mardiono menyampaikan optimisnya bila warga Indonesia akan mendapatkan pemimpin baru yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Sebelumnya, Ketua DPW PPP Imam Fauzan menyampaikan soal targetnya di Pileg pada 11 Dapil pihaknya yakin
akan meraih 10 kursi dan akan melirik posisi pimpinan di DPRD Sulsel. “Selain itu juga akan menambah kursi untuk DPR RI”ujar Imam Fauzan.
Harlah PPP yang ke 51 juga dihadiri elit partai diantaranya Ketua Bappilu DPP PPP Sandiaga R Uno, Romahurmudziy dan Dr HM Amir Uskara.
Selain Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto juga hadir Wakil Menteri Agama, Ketua DPD Hanura dan Ketua DPW Perindo Sulsel Sanusi Ramadhan serta Anggota DPR RI, DPRD Sulsel serta sejumlah ketua DPW dan DPC PPP se Sulsel serta ketua TKD Ganjar-Mahfud Sulsel Dr Udin Malik. (rif)

source